Mengenal Masjid Baitul Ula (Mekkah)

Mengenal Masjid Baitul Ula (Mekkah)

Kota Mekkah sangat kaya akan tempat-tempat bersejarah Kota Mekah dan sekitarnya merupakan kota yang tak tertandingi dalam makna sejarah dan agama di seluruh dunia untuk lebih dari 1 miliar orang melaksanakan Rukun Islam. Mekkah adalah kota paling suci di dunia Islam. Nabi Muhammad SAW lahir di Mekkah. Ayat-ayat pertama dari Al-Qur’an yang di wahyukan kepada Nabi Muhammad SAW di sebuah gua bernama Hira di Gunung Al-Nur di pinggiran Mekkah. Tempat tersuci dalam Islam, Ka’bah, terletak di Mekah. Arah doa ritual, yang di sebut kiblat adalah Ka’bah di Mekah. Air suci di dunia Muslim di temukan dalam sumur zamzam juga di Mekkah. Jutaan Muslim melakukan ziarah ke Mekah setiap tahun yang di kenal sebagai Umrah dan Haji.

Salah satu tempat bersejarah itu yang bernama Masjid Bai’atul Ula atau terkenal juga dengan nama baiat (sebagian menyebut nya sebagai Baiatul Ula) merupakan salah satu tempat bersejarah di kota Mekkah yang banyak di kunjungi oleh jamaah haji dan umroh dari seluruh negara. Namun tidak seperti pada masjid lain nya yang diminta untuk di kunjungi. Berbeda dengan kebanyakan bangunan yang terdapat di Jamarat, masjid ini masih dalam bentuk asli tanpa ada perubahan. Bangunan masjid hanya memiliki luas sekitar 7 x 10 meter dan tembok berwarna coklat muda masih seperti bangunan zaman dahulu. Ikuti Program Umroh Murah Bulan Desember 2017.

Mengenal Masjid Baitul Ula (Mekkah)
Mengenal Masjid Baitul Ula (Mekkah)

Masjid ini tidak memiliki atap di atas nya, jika melihat keluar akan terlihat tulisan pada papan “Mina Start Here”. Masjid ini layak nya seperti masjid biasa yang di bangun pada masa Dinasti Abbasiyah yang di tujukan bagi paman Nabi Muhammad SAW yaitu Abbas bin Abdul Muthalib karena dari turunan nya lah asal mula terbentuk nya Dinasti Abbasiyah.

Masjid ini banyak di kunjungi jamaah haji dari berbagai negara. Bangunan Masjid Baiat terbilang cukup kontras dengan kondisi wilayah Jamarat yang sudah sangat modern. Masjid itu memang masih benar-benar asli.

Bangunan nya tanpa atap. Hanya di kelilingi tembok berwarna cokelat muda. Ukuran masjid itu hanya sekitar 7 x 10 meter. Masjid itu di kelilingi oleh pagar bercat hitam setinggi dua meter. Masjid ini lantai nya tetap tanah. Pada bagian dalam nya di pisah kan oleh lima lengkung. Di bagian depan nya juga terdapat mihrab. Karpet merah di sediakan untuk shalat. Di dekat mihrab terdapat lemari kecil yang berisi Alquran.

Dari dalam masjid yang tak beratap itu tampak bukit batu yang di atas nya terdapat bilboard bertuliskan “Mina Start Here”. Di bagian depan masjid tertulis pengumuman berbahasa Arab. Isi nya menyebut kan bahwa para jamaah haji tak di wajib kan untuk mengunjungi, apalagi shalat di dalam nya pada musim haji.

Kabar nya masjid itu sempat mau di bongkar, namun tidak jadi. Di karenakan Saat jamaah akan melempar jumrah dari atas jembatan menuju Jamarat, bangunan Masjid Baiat itu bisa terlihat. Masjid Baiat di bangun pada masa Dinasti Abbasiyah.

Konon, masjid itu didiri kan untuk menghormati Abbas bin Abdul Muthalib. Abbas—paman Nabi Muhammad SAW—yang keturunan nya kemudian membangun pada masa Dinasti Abbasiyah. Di tempat inilah, terjadi peristiwa Baiat Aqabah. Baiat Aqabah adalah peristiwa ketika kaum Yatsrib (masyarakat Madinah) berbaiat kepada Nabi Muhammad Saw untuk taat dan tidak melakukan syirik. Saat itu, Nabi SAW di dampingi paman nya, Abbas bin Abdul Muthalib. Meski belum beriman, Abbas sangat menjaga keselamatan Nabi Muhammad SAW.

Mengenal Masjid Baitul Ula (Mekkah)
Mengenal Masjid Baitul Ula (Mekkah)

Baiat Aqabah terjadi pada 621 Masehi. Saat itu, Nabi Muhammad SAW melakukan perjanjian dengan 12 orang dari Yatsrib (Madinah) dan mereka memeluk agama Islam. Menurut catatan sejarah, peristiwa itu terjadi pada tahun ke-12 kenabian Nabi Muhammad SAW. Penduduk Yatsrib itu berjanji untuk beriman kepada Allah SWT.

Tidak lama setelah baiat pertama, di tempat itu Nabi Muhammad Saw kembali melakukan perjanjian dengan 73 pria dan dua wanita dari Yatsrib. Peristiwa itu terjadi pada 622 M, tahun ke-13 kenabian. Pada peristiwa itu, penduduk Yatsrib menemui Nabi Muhammad SAW dan mengakui Nabi Muhammad SAW sebagai Rasulullah.

Setelah selesai shalat tahiyatul masjid di masjid kuno yang bernilai sejarah itu, barulah kami menyaksikan proses perluasan Jamarat. Sungguh sangat beruntung saya masih bisa menyaksikan jejak-jejak sejarah per kembangan Islam pada zaman Nabi Muhammad SAW.

Mengenal Masjid Baitul Ula (Mekkah)
Mengenal Masjid Baitul Ula (Mekkah)

Hampir semua komponen yang terdapat pada masjid Baiatul Ula merupakan desain asli pada zaman dahulu belum tersentuh akan hal-hal yang modern. Lantai masjid di biarkan berlantai kan tanah, untuk sholat di sediakan karpet merah yang memanjang di bagian depan masjid dekat dengan mimbar. Dan di sebelah mimbar terdapat rak tempat menyimpan Al-Qur’an. Jamaah haji dan umroh pun tidak wajib mengunjungi atau melaksanakan sholat di masjid ini pada rangkaian haji umroh nya. Namun terbuka bagi semua orang yang hendak mengenal situs-situs sejarah yang di miliki umat islam di tanah suci.

Dibalik kesederhanan nya tersembunyi sejarah yang perlu di ketahui oleh Umat Islam, karena di tempat inilah Baiat Aqabah di lakukan. Baiat Aqabah merupakan salah satu perjanjian antara Nabi Muhammad SAW dan kaum Yatsrib dengan berjanji untuk tidak akan musyrik lagi dan beriman kepada Allah SWT. Pelaksanaan Baiat Aqabah terjadi pada tahun 621 Masehi atau sekitar tahun ke 12 kenabian Nabi Muhammad SAW. Dengan melakukan baiat ini maka 12 orang kaum Yatsrib tersebut menyatakan masuk Islam, tidak hanya di hadiri oleh Nabi Muhammad SAW, di samping Beliau berdiri Abbas bin-Abdul Muthalib untuk melakukan penjagaan terhadap Rasull.

Pada saat itu paman Nabi belum masuk Islam, namun kesigapan nya menjaga keselamatan Nabi Muhammad SAW sangatlah tinggi.

Satu tahun setelah baiat pertama, tahun 622 Masehi melakukan baiat yang kedua di tempat yang sama kepada 73 orang pria Yatsrib dan 2 wanita Yatsrib. Mereka secara langsung mendatangi Nabi Muhammad SAW dan meyakini kenabian Beliau sebagai Nabi Muhammad SAW. Sempat beredar wacana bahwa masjid tersebut akan di bongkar namun di urung kan dan sampai saat ini Masjid Baiatul Ula masih kokoh berdiri.

Disaat mengunjungi masjid ini akan terdapat papan pengumuman di bagian depan masjid yang menerangkan bahwa jamaah haji dan Jemaah umroh tidak wajib mengunjungi dan sholat di Masjid ini. Namun sebagai seorang muslim ada baik nya untuk mengenal situs – situs bersejarah yang ada di Mekkah ini.